Minggu, 23 November 2014

BELAJAR MEMBUAT BLOG

Protein adalah ekspresi gen. Pernyataan tersebut sering ditemukan dalam ilmu genetika. Kenyataannya adalah memang benar, lantas bagaimanakah prosesnya?. Saya kembali ke pernyataan awal yang menyatakan bahwasanya protein adalah ekspresi gen, tentu saja hal pertama yang terfikirkan adalah DNA dimana tempat gen berada. Kemudian dikenal pula istilah protein sekresi. Protein sekresi adalah protein yang dibentuk di dalam sel, namun penggunaannya atau aktivasinya terjadi di luar sel, sehingga protein tersebut dikirim ke luar sel. Pengiriman tersebut tentu melalui serangkaian mekanisme yang cukup menarik untuk dibahas.
Pertama, dimulai dari proses yang terjadi di nukleus sebagai penyedia bahan baku. Pada nukleus, tepatnya pada nukleolus terdapat ikalan yang mana setiap ikalan mengandung gen rRNA. Setiap kelompokan gen rRNA disebut daerah NOR (nucleolar organizer region). Di daerah NOR ini, gen rRNA secara cepat ditranskripsi oleh RNA polimerase. rRNA yang sudah jadi akan terbungkus dengan granula yang kaya dengan protein. Selain itu juga terdapat protein pengikat RNA dan partikel ribonukleoprotein lainnya yang berfungsi sebagai pabrik pensintesis-an ribosom. Saat subunit-subunit telah selesai dibentuk, mereka akan dikeluarkan melalui kompleks porus nukleus, sedangkan protein pengikat RNA dan partikel ribonukleoprotein tetap tinggal di nukleus. Sub-unit ribosom memiliki posisi yang berbeda-beda. Pada organisme prokariot ribosom akan terletak pada sitosol, sedangkan pada eukariot ribosom terletak pada sitosol, selaput RE, matriks mitokondria dan stroma kloroplast. Selain pembentukan ribosom, peristiwa penting yang terjadi pada nukleolus adalah transkripsi DNA oleh RNA polimerase untuk pembentukan mRNA yang menjadi bahan baku dalam sintesis protein. Sama halnya dengan ribosom, mRNA yang sebelumnya sudah dibersihkan dari intron akan dikirimkan keluar nukleus melalui kompleks porus nukleus menuju sitosol tempat sintesis protein terjadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar